A. ARSENAL
Robin Van Persie Isyaratkan Bertahan Di Arsenal
Robin Van Persie menyatakan keluarganya bahagia dan betah dengan kehidupan di kota London.
Robin van Persie memberi petunjuk besar mengenai peluangnya bertahan di Arsenal. Striker asal Belanda tersebut mengungkapkan kota London adalah kota yang ideal untuk keluarganya.
"Kami mencintai kehidupan di London dan saya senang melihat anak-anak saya tumbuh dewasa di sini. Mereka tumbuh seperti anak-anak Inggris dengan perilaku yang bagus dan memiliki nilai-nilai seperti orang Inggris," ujar pemain yang memiliki dua anak tersebut.
"Tempat di mana kami tinggal, tepat berada d luar kota, adalah hal yang fantastis. Kami memiliki semua yang kami inginkan."
"Orang-orang Inggris sangat ramah di tempat saya tinggal. Orang-orang sangat baik. Itu yang membuat hidup sangat menyenangkan."
"Anak-anak saya menjadi lebih Inggris daripada Belanda. Mereka telah mengikuti budaya dan nilai-nilai orang Inggris."
"Ini membuat saya luluh ketika melihat betapa bagus anak-anak saya tumbuh di sini. Ketika Shaqueel telah masuk sekolah, dia mengatakan tidak ingin kembali lagi ke Belanda."
Wenger: Tahun Ini Van Persie Masih Mengejutkan
Pelatih Arsenal yakin Robin van Persie masih akan menampilkan performa impresif di 2012.
Kapten Arsenal Robin van Persie kembali menambah koleksi golnya di ajang Liga Primer Inggris sepanjang 2011 menjadi 35. Itu setelah gol tunggal striker Belanda memastikan kemenangan tipis 1-0 Arsenal atas Queens Park Rangers.
Meski gagal memecahkan rekor Alan Shearer, yang membukukan 36 gol sepanjang 1995, van Persie berhasil mengungguli rekor legenda Gunners Thierry Henry dengan catatan 34 gol selama satu tahun.
Performa impresif van Persie sepanjang 2011 berperan besar mempertahankan Arsenal di papan atas klasemen Liga Primer Inggris serta lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Sang pelatih, Arsene Wenger, pun meyakini performa itu akan berlanjut di 2012.
"Dia bisa melakukannya tahun ini karena dia berada di usia yang tepat," tegas The Professor seperti dilansir Soccerway.
"Saya berharap dia bisa mengulangi (performa di 2011) dan, jika dia berhasil melakukannya, maka tidak ada yang tidak mungkin," lanjut Wenger.
"Saya tidak paham mengapa hal itu akan berubah secara tiba-tiba tengah malam ini," tandas Wenger.
B. INTER MILAN
Inter Paksa Milan Turun Posisi
Kemenangan keenam beruntun di Serie A membuka peluang Inter dalam perebutan gelar Scudetto.
Tren positif terus ditunjukkan Inter Milan sejak ditangani Claudio Ranieri. Kemenangan I Nerazzurri berlanjut dengan membungkam rival sekota AC Milan 1-0 dalam laga Derby della Madonnina di giornata ke-18, Senin (16/1) dinihari WIB. Diego Milito menjadi pahlawan Nerazzurri berkat gol tunggalnya di awal babak kedua di San Siro.
Tambahan tiga poin membuat Inter kini menjadi ancaman serius dalam perebutan Scudetto. Tak hanya memangkas jarak dengan Lazio, kemenangan La Beneamata juga kini membuat jarak dengan pemuncak klasemen, Juventus, hanya terpaut enam poin. Sementara Milan, gagal memanfaatkan hasil imbang Juventus kontra Cagliari beberapa saat sebelumnya. Milan harus turun ke posisi dua dan selisih satu angka dari Bianconeri yang mengoleksi 38 poin.
Inter memberikan tekanan di menit awal laga. Pelanggaran Mark van Bommel terhadap Giampaolo Pazzini membuahkan tendangan bebas. Thiago Motta menjebol gawang Christian Abbiati setelah memanfaatkan tendangan bebas Maicon, sayang golnya dianulir karena lebih dulu off-side.
Menit kesembilan giliran Rossoneri yang mengancam lini belakang Inter. Tendangan keras Zlatan Ibrahimovic dari luar kotak penalti masih bisa dihalau Julio Cesar. Tidak lama berserang peluang kembali didapat Milan. Kali ini Alexandre Pato yang gagal memaksimalkan umpan Kevin Prince-Boateng.
Tambahan tiga poin membuat Inter kini menjadi ancaman serius dalam perebutan Scudetto. Tak hanya memangkas jarak dengan Lazio, kemenangan La Beneamata juga kini membuat jarak dengan pemuncak klasemen, Juventus, hanya terpaut enam poin. Sementara Milan, gagal memanfaatkan hasil imbang Juventus kontra Cagliari beberapa saat sebelumnya. Milan harus turun ke posisi dua dan selisih satu angka dari Bianconeri yang mengoleksi 38 poin.
Inter memberikan tekanan di menit awal laga. Pelanggaran Mark van Bommel terhadap Giampaolo Pazzini membuahkan tendangan bebas. Thiago Motta menjebol gawang Christian Abbiati setelah memanfaatkan tendangan bebas Maicon, sayang golnya dianulir karena lebih dulu off-side.
Menit kesembilan giliran Rossoneri yang mengancam lini belakang Inter. Tendangan keras Zlatan Ibrahimovic dari luar kotak penalti masih bisa dihalau Julio Cesar. Tidak lama berserang peluang kembali didapat Milan. Kali ini Alexandre Pato yang gagal memaksimalkan umpan Kevin Prince-Boateng.
Terjadi kemelut di depan gawang Abbiari di menit ke-17 setelah Maicon melepaskan tendangan bebas. Namun usaha Ricky Alvarez mengubah skor masih belum berhasil. Tendangan bebas first-time Boateng di kotak penalti, tendangannya masih melambung di atas mistar Cesar.
Tempo tinggi yang diperagakan kedua tim belum membuahkan gol hingga setengah jam pertandingan berlalu. Van Bommel melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tapi kembali dihalau mistar gawang. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol belum berubah.
I Diavolo yang mempertahankan tempo tinggi di babak kedua, harus tertinggal lebih dulu oleh gol Milito di menit ke-54. Lolos dari kawalan Ignazio Abate, Milito sukses memperdaya Abbiati.
Unggul satu gol menaikkan kepercayaan diri anak-anak asuh Claudio Ranieri. Serangan beruntun dilancarkan Inter. Tendangan Ricky Alvarez masih bisa diselematkan Abbiati, dilanjutkan aksi Nagatomo yang hanya berbuah tendangan sudut.
Ibra hampir menyamakan kedudukan di menit ke-71, namun tendangannya masih melebar. Tidak lama kemudian serangan balik Inter membuat Nagatomo melepaskan tembakan keras tapi masih dihalau Abbiati.
Milanb terus menekan lini pertahanan Inter, namun hingga peluit panjang dibunyikan kemenangan tetap menjadi milik La Beneamata.
Akui Kesalahan, Abate Minta Maaf
Milan - Bek AC Milan, Ignazio Abate minta maaf atas kesalahannya yang berujung gol kemenangan Inter Milan. Meski kalah, Abate masih yakin dengan kans Scudetto Rosonerri.
Milan dipaksa mengakui keunggulan tim rivalnya, Inter dalam Derby della Madoninna di San Siro, Senin (16/1/2012) dinihari WIB. Diego Milito jadi pahlawan Nerazzurri dengan gol tunggalnya di menit 54.
Namun dalam proses terjadinya gol tersebut, Abate patut disalahkan. Bek internasional Italia itu gagal memotong bola umpan kepada Milito sehingga memberikan ruang dan waktu pemain lawan untuk menceploskan bola ke gawang yang dikawal Christian Abbiati.
Dengan kekalahan ini, Milan berada di peringkat kedua klasemen dengan nilai 37, selisih satu angka dari Juventus yang di laga sebelumnya bermain imbang dengan Cagliari.
"Setelah kesalahanku, permainan lebih terbuka dan kami tidak lagi mendominasi. Kami banyak menumpuk pemain di tengah mencoba mengatasi masalah," sahut Abate di situs resmi klub.
"Aku minta maaf kepada seluruh fans, tapi tim terbaik di akhir musim akan dinilai yang sebagai yang terkuat dan kami yakin dengan kualitas kami," ujar dia.
Formasi 4-4-2 Inter "Sudutkan" Wesley Sneijder
Wesley Sneijder diminta bisa segera menemukan bentuk terbaiknya dalam formasi 4-4-2 racikan Claudio Ranieri.
Inter semakin nyetel dengan komposisi pemain yang diturunkan dalam enam kemenangan beruntun tim. Dalam catatan positif tersebut, Nerazzurri meraihnya tanpa andil Wesley Sneijder -- pemain yang digadang-gadang roh Inter -- karena sebelumnya sang gelandang dirundung cedera.
Namun, kini sang playmaker telah pulih. Di laga Derby Della Madonnina kontra AC Milan kemarin pemain asal Belanda itu diturunkan di babak kedua. Alih-alih comeback, rupanya Ranieri sudah keburu klop dengan pakem 4-4-2 dan menegaskan tidak akan mengubah skema itu.
Hal yang mana kemudian mengindikasikan posisi Sneijder di Inter kini terancam. Sebab, sang gelandang terbiasa bermain dalam formasi 4-3-1-2 dengan perannya sebagai free-role. Oleh karena itu, Ranieri pun mewanti-wanti Sneijder untuk berjuang mendapatkan kembali posisinya di tim inti.
"Saya yakin, segala sesuatu yang mudah maupun yang sulit itu datang ketika pelatih telah memiliki opsi tertentu di dalamnya," buka Ranieri kepada Tribalfootball.
"Kami memiliki seorang jawara seperti Sneijder dan Forlan yang harus dibiasakan masuk dalam formasi ini [4-4-2], dan mereka sejauh ini bermain dengan bagus."
"Mereka mesti bersabar dan perlahan jika ingin nyetel dengan taktik itu, kemudian barulah mereka akan menunjukkan performa terbaik mereka dan memperlihatkan pada kami kualitas sejati mereka," tegas Ranieri.
Diego Forlan: Striker Inter Milan Belum Lupa Cetak Gol
Forlan menyatakan tiga striker Inter saat ini sedang memasuki periode yang tidak menggembirakan.
Tiga striker Inter ini paceklik gol pada musim 2011/12, sehingga turut berperan dalam membawa Nerazzurri meraih hasil buruk di awal musim, dan nyaris berada di zona degradasi. Namun Forlan menegaskan, tiga pemain ini akan segera menemukan ketajaman mereka lagi.
“Kami menjalani masa sulid. Tapi sekarang tim sudah meraih kemenangan, dan itu penting untuk mengembalikan kepercayaan diri atas kemampuan kami,” ujar Forlan kepada La Gazzetta dello Sport.
“Ketika Anda tidak bermain bagus, Anda hanya punya sedikit kesempatan mencetak gol. Tapi pemain seperti Pazzini, Milito dan sya sendiri tak pernah lupa mencetak gol. Ketika rasa percaya diri Anda pulih, dan semuanya mulai berubah, para striker akan mencetak gol lagi.”
Forlan juga menyatakan, kondisi fisiknya berangsur-angsur mulai membaik, dan dia sudah tak sabar untuk segera merumput kembali.
“Saya sangat baik sekarang. Lagipula, cedera ini menjadi hal positif, karena memberikan saya kesempatan untuk bernafas. Sekarang saya sudah menjalani latihan, dan bermain bersama tim. Kami berharap semuanya baik,” kata Forlan
“[Pelatih Inter] Claudio Ranieri tahu apa yang terbaik untuk dilakukan berdasar pengalamannya bertahun-tahun. Bersama para dokter, dia akan membuat pilihan yang tepat untuk saya dan tim. Saya tetap tenang.”
Rahasia Sukses Javier Zanetti Terkuak
Sempat diisyaratkan di laga derby della Madoninna dinihari tadi akan menjadi pembuktian bagi Alexandre Pato untuk unjuk gigi dan kemampuan, bahwa Milan sangat beruntung memilikinya.
Tapi di akhir laga, pemain asal Brasil berusia 22 tahun itu tak layak dibicarakan. Pasalnya ada pemain lain yang lebih pantas dibahas.
Dia adalah pemain paling veteran di laga itu, yaitu Javier Zanetti. Pemain berusia 38 tahun itu memang membuat kejutan.
Di usianya yang sudah tak lagi muda, Zanetti tampak terlihat bugar, berdeterminasi dan tak kenal lelah berlari mengejar bola atau lawan yang membawa si kulit bundar.
Dedikasinya luar biasa, apalagi kelas dan kualitasnya sebagai kapten Inter. Zanetti juga yang mensuplai bola untuk bisa dituntaskan Diego Milito, yang berujung pada kemenangan 1-0 timnya.
Zanetti juga menunjukkan kualitas fisiknya. Ketika pemain lain yang jauh lebih muda terserang kram, Zanetti tetap berlari tanpa kendala. Sepertinya, Zanetti masih bisa bermain untuk dua tahun lagi.
Tapi di akhir laga, pemain asal Brasil berusia 22 tahun itu tak layak dibicarakan. Pasalnya ada pemain lain yang lebih pantas dibahas.
Dia adalah pemain paling veteran di laga itu, yaitu Javier Zanetti. Pemain berusia 38 tahun itu memang membuat kejutan.
Di usianya yang sudah tak lagi muda, Zanetti tampak terlihat bugar, berdeterminasi dan tak kenal lelah berlari mengejar bola atau lawan yang membawa si kulit bundar.
Dedikasinya luar biasa, apalagi kelas dan kualitasnya sebagai kapten Inter. Zanetti juga yang mensuplai bola untuk bisa dituntaskan Diego Milito, yang berujung pada kemenangan 1-0 timnya.
Zanetti juga menunjukkan kualitas fisiknya. Ketika pemain lain yang jauh lebih muda terserang kram, Zanetti tetap berlari tanpa kendala. Sepertinya, Zanetti masih bisa bermain untuk dua tahun lagi.
Jadi, siapa yang berani bertaruh Zanetti akan pensiun sebelum menyentuh usia 40 tahun dengan kualitas dan performa yang dimilikinya seperti sekarang ini?
Jadi karena itulah dia disebut 'dia disebut 'traktor













0 komentar:
Posting Komentar